August 14, 2010 mio ku sayang, mio ku malang
Kemarin, 9 Agustus 2010, 1.47 pm, Jalan Achmad Yani Surabaya, sesuatu yang tidak diinginkan oleh seluruh manusia didunia terjadi padaku (halah… berlebihan deh aku
).
***
“Bismillahirohmanirohim…”, ujarku. “Gimana Ber siap? ini adalah hari terakhir kita muter Digischool lho…, kita harus menyelesaikannya” kataku pada berta. “Sip Sar, aku siap! Semangat! Semangat!” Kata Berta. Hari itu adalah hari terakhirku Monitoring Digischool, kurang lebih sudah 3 minggu aku dan temanku Berta Sihite menjalankan tugas ini, kamu tau bagaimana rasanya? benar-benar capek
, bayangkan 52 sekolah aku kunjungi satu persatu dengan mengendarai motor kesayanganku MIO BIRU. Lokasi antar 1 sekolah dengan sekolah lain berjauh-jauhan, ada yang di Surabaya Utara, Surabaya Barat, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, dan Surabaya Tengah, tetapi ada juga beberapa sekolah yang 1 alamat 3 sekolah. Waktu mencari lokasi itu lebih banyak nyasarnya lho, maklum saja lah, lha wong saya lahir di Surabaya, tapi dibesarkan di Sidoarjo… hehee.
Motorku melaju dengan tidak terlalu kencang melewati gerbang Asrama, tetapi saat aku akan melewati gerbang ITS yang dekat dengan Asrama aku terhenti karena melintas dua buah mobil jenazah dengan mobil-mobil para sanak keluarga yang mengantarnya, sekitar 10 menit dua mobil jenazah itu selesai melintas semua. Kembali ku jalankan lagi motorku, saat aku mengegas motorku, ban belakangku tiba-tiba berbunyi gluduk, padahal ban belakangku nggak kurang angin lho, mulai saat itu firasatku tidak enak pertanda apa itu… jeng.. jeng.. jeng.. jeng..
Tujuan pertama hari itu adalah Menganti, kami mengunjungi SDN Lidah Wetan 2, SDN Made 1, dan SDN Made 2. Lalu setelah itu aku melunjur ke daerah Jemursari, yaitu mengunjungi SDN Margerejo 7, dan SDN Margerejo 8.
Setelah dari Jemursari aku akan meluncur ke daerah Gayungan untuk menjuju SDN Gayungan 3, dan kejadian yang tidak diinginkan oleh seluruh manusia didunia itu terjadi pada route ini. Untuk menuju daerah Gayungan itu aku melewati Jalan Achmad Yani, kebetulan saat itu arus kendaraan sangat padat, kepadatan kendaraan di Jalan Achmad Yani itu membuatku sangat penat, badmood, stress, pusing, dan capek. Motorku berada di belakang pick up putih, orang yang mengendarai pick up putih itu sangat-sangat menyebalkan, bagaimana tidak, dia mengendarainya dengan sangat ngawur, tiba-tiba dia ngebut dan nge-rem ndadak (bahasa indonesianya nge-rem ndadak itu apa ya…? hehee). Dan karena kebiasaan sang supir mobil pick up putih inilah yang tiba-tiba ngebut dan nge-rem ndadak membuatku celaka.
Mobil pick up putih itu melaju cepat, dari belakang aku mengikutinya, tiba-tiba di menge-rem ndadak, saat itu aku masih bisa menguasai Mioku dengan cara menge-remnya. Dan kemudian Mobil pick up putih itu melaju sangat cepat, dan tiba-tiba dia menge-rem ndadak, dan BrraaaakKkk…!!! tabrakan itu terjadi
. Aku dan Berta terjatuh tepat dibelakang Mobil pick up putih itu. Dagu, kedua lutut, pergelangan kaki, dan lengan kiri ku terbentur motor dan aspal; sedangkan berta lengan kiri dan kaki kirinya terbentur aspal. Saat itu aku di tolong 2 orang pria pengendara Mio putih yang berada dibelakangku. Dan sialnya Mobil pick up putih itu lari (To pengendara Mobil pick up putih : Semoga kamu selalu selamat dimanapun engkau berada, amin).
Mungkin saat itu aku kurang beruntung, tapi tidak apa-apalah, bersyukur aku kecelakaannya tidak terlalu parah, hanya memar-memar saja yang aku dapat. Saran dari aku, berdoa dulu sebelum melakukan sesuatu, karena dengan berdoa, kegiatan yang akan kamu lakukan itu akan diridhoi oleh Allah SWT. Lalu kalau kondisi badanmu lagi capek, kurang vit, atau ngantuk lebih baik jangan berkendara dulu, lebih baik istirahat yang banyak sebelum mengendarai kendaraan. Jaga jarak dengan mobil, terutama truck dan teman-temannya, karena bila terjadi sesuatu pada kendaraan itu kamu bisa menghindarinya. Saat akan pergi jauh, kalau bisa pakai pakaian standart berkendara motor ya, karena bisa melindungimu dari berbagai macam hal, terutama gunakan Helm berstandart SNI.
Oke.. sekian dulu tulisan dari saya, kapan-kapan akan aku sambung lagi. Makasih sudah mau mampir. ![]()
Bye bye.
(xantena)
- 3 comments
- Posted under sukasukaaku



Permalink #
Fahmi
said
lha,jadi korban hit and run dung?
wah,saya juga sering stress klo ngelewatin jalan A Yani.. berharap jalan nya bisa diperlebar…
salam kenal..
Permalink #
xantena
said
hmm… bisa dikatakan demikian Fahmi, aku jadi korban hit and run.
amin, semoga jalan di A. Yani bisa diperlebar, eh tapi gimana cara memperlebarnya ya? kan ada jalur rel kereta apinya…
salam kenal juga Fahmi, terimakasih sudah mau mampir ke blog ku.
Permalink #
Fahmi
said
kan rencananya mau dibikin jalan frontage road disitu.. jdi bisa ngurangi kemacetan…
ayo mampir juga ke blog saia..ho2…